|
Wednesday, 22 October 2008 06:04 |
|
I. APAKAH DOA ITU ? Doa adalah suatu hubungan pribadi dengan Allah yang diungkapkan dalam suatu percakapan, pujian, syukur, permohonan, kerinduan, penyesalan. Dalam doa kita masuk dalam keheningan dan mendengarkan suara Allah yang berbicara kepada kita. Allah telah menciptakan kita menurut gambar dan rupaNya sendiri. Ia begitu mengasihi kita dan Ia ingin agar kita memasuki hubungan yang mesra dengan Dia. Hubungan antara manusia dengan Allah itu bukan buah pikiran atau khayalan manusia, melainkan buah karya keselamatan Allah. Allah yang menanamkan kerinduan itu di dalam hati manusia. Allah menghendaki agar kita mengenal Dia sungguh-sungguh dan memasuki aliran hidup yang ada di dalam diri Allah sendiri. Dalam Kristus Bapa menawarkan cintaNya kepada kita. Ia ingin agar kita memasuki persekutuan hidup denganNya. Jadi Allah yang lebih dahulu menawarkan hubungan ini kepada kita. Agar supaya kita dapat menjawab tawaran Allah ini dengan semestinya, Allah telah mengutus RohNya sendiri untuk membantu kita dalam kelemahan kita, sebab kita tidak tahu bagaimana seharusnya kita berdoa, tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan (Rm 8:26) |
|
Read more...
|
|
Tuesday, 21 October 2008 07:24 |
 Diperingati setiap tanggal 21 Oktober Hilarion hidup pada abad keempat. Ia seorang remaja yang tidak percaya ketika meninggalkan rumahnya di Palestina. Ia sedang dalam perjalanan ke Mesir untuk bersekolah. Di sana ia belajar mengenai iman Kristiani, dan segera ia dibaptis. Hilarion baru berumur limabelas tahun pada waktu itu. Pertobatannya merupakan awal dari suatu perjalanan gemilang yang menghantarnya semakin akrab dengan Tuhan. Tak lama berselang, ia pergi mengunjungi St Antonius yang terkenal itu di padang gurun. Hilarion ingin bersendiri dan melayani Yesus yang baru saja ia kasihi dengan begitu mendalam. Hilarion tinggal bersama St Antonius selama dua bulan lamanya, tetapi tempat itu tidak cukup tenang baginya. Banyak orang berdatangan mohon pertolongan St Antonius. Hilarion tidak dapat menemukan kedamaian yang ia rindukan, sebab itu ia pergi. Setelah memberikan segala yang ia miliki kepada orang-orang miskin, ia pergi ke alam liar untuk hidup sebagai seorang pertapa. Hilarion harus berjuang melawan banyak pencobaan. Kadang kala, ia merasa, seolah tak satu pun dari doa-doanya yang didengarkan Tuhan sama sekali. Walau demikian ia tidak membiarkan godaan-godaan ini membuatnya berhenti berdoa dengan terlebih sungguh. Setelah duapuluh tahun di padang gurun, orang kudus ini mengadakan mukjizatnya yang pertama. Segera saja banyak orang mulai berdatangan ke gubugnya untuk memohon pertolongan. Beberapa orang minta diperbolehkan tinggal bersamanya untuk belajar darinya bagaimana berdoa dan bermatiraga. Dalam kedalaman kasihnya kepada Tuhan dan sesama, ia mengundang mereka untuk tinggal. Tetapi, pada akhirnya, ketika usianya enampuluh lima tahun, ia mulai berkelana. Ia pergi dari satu negeri ke negeri lainnya demi mencari kedamaian dan ketenangan. Namun demikian, mukjizat-mukjizat belas kasihnya yang tersohor senantiasa mengundang banyak orang berdatangan. Beberapa tahun menjelang wafatnya pada tahun 371, Hilarion pada akhirnya merasakan bahwa ia sungguh-sungguh sendiri bersama Tuhan. Usianya delapanpuluh tahun ketika ia wafat. Nilai kesendirian sungguh berarti bagi orang kudus ini. Adakah aku menyisihkan suatu waktu sepanjang hari yang aku lewatkan di mana aku dapat sendiri bersama Tuhan? |
|
Last Updated ( Tuesday, 21 October 2008 07:26 )
|
|
|
Jenasah Uskup Ruteng Disambut Ribuan Umat |
|
|
|
|
Tuesday, 21 October 2008 07:19 |
Ribuan umat di Ruteng, Ibu kota Kabupaten Manggarai, menyambut jenazah Mgr. Eduardus Sangsun, SVD, Selasa (14/10/2008). Umat larut dalam doa dan tangis. Rombongan beriring mulai dari Labuan Bajo, Ibu kota Kabupaten Manggarai Barat. Rombongan penjemput dari Ruteng menerima jenazah Uskup Edu di Lembor dan dilanjutkan dengan perarakan menuju Ruteng. Sekitar 45 mobil mengiringi jenazah Uskup Ruteng itu. Umat sudah menunggu di sepanjang jalan masuk Kota Ruteng mulai dari Mena, Kelurahan Wali. Selanjutnya jenazah Uskup Ruteng disemayamkan di altar Gereja Katedral Ruteng dan dilanjutkan dengan misa requiem dipimpin Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr. Ribuan umat secara khusuk baik dalam gereja maupun di halaman gereja mengikuti misa itu. Pantauan Pos Kupang di Ruteng, sebelumnya ribuan umat sudah berkumpul di Bandara Frans Sales Lega mulai pukul 11.00 Wita. |
|
Read more...
|
|
Tuesday, 21 October 2008 07:13 |
|
RUTENG,- Uskup Ruteng Mgr Eduardus Sangsun SVD (65) wafat di Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk Jakarta, Senin (13/10), sekitar pukul 01.45, karena sakit jantung. "Sebelum meninggal beliau memang sudah ada gejala sakit jantung. Pada akhir Agustus lalu (2008) beliau melakukan lawatan ke Roma sekaligus melakukan general check up. Hasilnya, Bapak Uskup harus dirawat di rumah sakit. Tapi kemudian beliau meminta dirawat saja di Jakarta atau Singapura. Ketika melakukan check up hari Jumat (10/10) lalu, di Jakarta ternyata harus dirawat inap," kata Ketua Komisi Sosial Keuskupan Ruteng Romo Icon Tanis Pr, Senin (13/10) di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hari ini jenazah almarhum disemayamkan di Gereja Katedral Jakarta, dan besok Selasa (14/10), jenazah direncanakan diterbangkan ke Ruteng. Jenazah akan dimakamkan di halaman samping Gereja Katedral Ruteng, Jumat (17/10) mendatang. Monsinyur Eduardus yang lahir di Karot, Ruteng, itu ditahbiskan sebagai uskup Ruteng pada 25 Maret 1985. Sebelumnya, almarhum pernah menjabat sebagai Rektor Skolastika SVD di Batu, Jawa Timur tahun 1983-1985. |
|
Last Updated ( Tuesday, 21 October 2008 07:18 )
|
|